Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menyayangkan tindakan penembakan secara acak sinar laser ke arah pesawat yang mengudara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Politikus PKS dari Dapil DIY itu berharap pihak kepolisian maupun TNI AU mengusut kasus itu untuk menemukan pelakunya.

“Kalau sudah ketahuan kan bisa ditindaklanjuti. Kalau itu dari masyarakat cuma iseng, ya bisa dibina dan diberi pemahaman bahwa tindakan iseng itu berbahaya buat keselamatan penerbangan,” katanya saat masa reses di Yogyakarta, Sabtu (19/3/2016).

Sukamta berharap pihak TNI AU maupun Polda DIY mengedepankan tindakan persuasif dalam mendidik masyarakat. Tindakan represif, menurutnya, belum dimungkinkan karena mungkin saja ketidaktahuan pelaku.

“Tapi kalau ternyata indikasinya dilakukan dengan sengaja untuk tujuan mengancam keselamatan, ya aparat bisa bersikap tegas, tapi tetap dalam koridor hukum,” katanya.

Dia mengajak masyarakat untuk bertindak yang mencerminkam slogan “Jogja Istimewa”. Jangan sampai tindakan yang dilakukan justru bertolak belakang dengan adat dan budaya yang ada di Yogyakarta.

Sukamta menilai sinar laser yang ditembakkan ke pesawat di udara bisa berbahaya bagi penerbangan, khususnya di area Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta. “Lalu lintas penerbangan di Yogya ini cukup padat. Belum lagi dipakai untuk latihan sekolah penerbangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jika terjadi sesuatu akibat penembakan laser itu, imbasnya tidak hanya menimpa dunia penerbangan komersial dan penerbangan TNI AU semata. Hal tersebut juga bisa berimbas kepada keselamatan masyarakat Yogya dan pengguna jasa pesawat.

“Bahkan, mungkin juga bisa berimbas ke ekonomi dan pariwisata. Masyarakat luar Yogya dan luar Jawa yang ingin berwisata ke Yogya mungkin bisa jadi mengurungkan niatnya,” tuturnya.

Sukamta menambahkan, tindakan menembakkan laser ini juga berpotensi melanggar Pasal 210 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Isi dari aturan itu adalah setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

“Sebenarnya sepele, tapi tindakan itu sangat berbahaya. Konsentrasi pilot bisa terganggu. Itu tidak boleh terjadi karena melanggar Undang-Undang Penerbangan,” tuturnya.(erh)

Sumber: Okezone News

BACA JUGA :