Ketika ada banyak salah ketik dan tata bahasa dalam tulisan, mungkin hal itu gara-gara Anda mengetik dengan dua tangan. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Psychological Society, menemukan bahwa mengetik dengan satu tangan membuat kosakata dan kepaduan bahasa menjadi lebih baik.

“Mengetik yang terlalu lancar dan cepat membuat tak imbangnya proses penulisan,” ujar seorang penulis yang melakukan penelitiannya di Department of Psychology at the Univeristy of Waterloo Kanada, Srdan Medimorec. Hal tersebut dikutip dari The Telegraph, Selasa (8/3/2016).

“Menulis adalah suatu bentuk ekspresi yang berinterkasi dengan pikiran,” tambahnya.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan software penganalisis teks. Perangkat lunak tersebut digunakan untuk menganalisis elemen yang terdapat dalam tulisan, seperti keberagaman kosa kata, kalimat kompleks, juga kepaduan kalimat.

Para peneliti meminta 103 mahasiswa untuk menulis karangan dengan kondisi yang berbeda, yaitu dengan menggunakan satu tangan dan dua tangan untuk mengetik. Isi tulisan tersebut dapat berupa kenangan baik di sekolah, atau suatu peristiwa yang memiliki efek positif pada mereka.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa kosa kata peserta lebih baik ketika mereka mengetik dengan satu tangan.

Tim riset tersebut mengatakan bahwa dengan melambatkan tempo menulis, yaitu mengetik dengan satu tangan, membuat kita dapat menemukan kata yang lebih banyak dan hasilnya kosakata akan lebih banyak digunakan.

“Esai-esai yang ditulis dengan satu tangan mengandung kosakata yang lebih beragam dan lebih tidak ada pengulangan.”

“Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa ketika gaya mengetiknya diubah, maka kemampuan menulisnya akan lebih baik,” ujar penulis senior dari studi tersebut, Evan Risko.

Kontrasnya, orang yang mengetik dengan cepat kemungkinan besar hanya menulis kata yang pertama kali dipikirkannya.

Namun, mengetik terlalu lambat juga tidak baik. Menurut penelitian sebelumnya, hal tersebut juga dapat mengganggu proses penulisan.

Penelitan menyebutkan bahwa kecepatan dalam menulis dapat memengaruhi kualitas. Hal itu tanpa melihat dari alatnya, apakah program text-to-speech, komputer, atau menggunakan bolpoin. Namun penelitan lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa dengan mengajak para murid berkunjung ke kebun binatang, istana, dan taman secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis. Hal itu dapat terjadi karena mereka memiliki pengalaman yang diingat dan juga materi untuk menulis yang inspirasional.

Sumber: Global Liputan6.com

BACA JUGA :