New Normal adalah Perubahan prilaku untuk tetap menjalankan aktifitas normal namun dengan ditambah penerapan protokol kesehatan guna menjegah terjadinya penyebaran Covid-19. Prinsip Utama New Normal adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup yang baru seperti melakukan aktifitas sehari-hari Pola hidup yang dimaksud dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain, menghindari kerumunan, serta bekerja dan bersekolah dari rumah.

SOP ini bertujuan Sebagai pedoman/panduan pekerja dan pelaku industri pariwisata dalam mengelola kegiatan berdasarkan protokol Covid-19 berbasis Cleanliness, Health, and Safety (CHS) sehingga tetap bisa bertahan hidup secara normal ditengah pandemi Covid-19 yang belum reda.

Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terus berupaya untuk menyiapkan tahapan-tahapan untuk pemulihan setelah masa pendemic ini berlalu, tentunya juga NTB telah merancang tahapan-tahapan yang akan dilakukan diantaranya adalah.

  1. Melakukan Koordinasi dan Identifikasi dampak dampak yang ditimbulkan, baik dalam negeri maupun organisasi internasional.
  2. Melakukan pemulihan di seluruh destinasi mulai dari Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan pemulihan SDM, pemasaran dan industri.
  3. Melakukan Pemasaran baik dalam negeri dan luar negeri berdasarkan produk-produk kepariwisataan yang telah di siapkan.

Berikut tahapan-tahapan pemulihan Focus New Normal Sektor pariwisata diantaranya : Penciptaan Nilai Tambah ru(value added), Orkestrasi Sektor Pariwisata, Daya Dukung Dan Pariwisata Berkelanjutan, Tata Kelola dan Destination Management System, Pengembangan Upskilling, Reskilling & Multiskilling untuk peningkatan Kualitas Pelayanan sesuai Protokol Kesehatan & Keselamatan dalam mata rantai dan sertifikasi untuk properties/infrastruktur/logistik, aktivitas dan pelayanan, Pemasaran dan Promosi “Indonesia as a Safe and Health Destination & Digital Tourism”, Pengembangan Produk Minat Khusus untuk Wisnus, Diaspora, Eco-Friendly, Voluntourism dan MICE, Kemitraan, Value Chain dan Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Resilience dan Mitigasi Bencana.

Sektor-sektor yang dirugikan akibat Covid-19 antara lain adalah Sektor Pariwisata yang tentunya menyebabkan lumpuhnya aktivitas usaha pariwisata baik dari hotel, restaurant, dan pendukug-pendukung pariwisata lainnya.

Selain di bidang kepariwisataan tentu akan berdampak pada sektor lainnya yang juga saling berkaitan dengan sektor pariwisata seperti, Konstruksi, Transportasi Darat, laut, udara, Sektor Pertambangan, Keuangan, Otomotif, UMKM, dan Pertanian.

Namun dibalik semua itu, tentunya ada juga sektor-sektor yang berpotensi mendapatkan keuntungan seperti Jasa Logistik,Jasa Telekomunikasi, Elektronik sebagai alternatif hiburan dirumah, Makan Minum yang merupakan kebutuhan primer masyarakat dan memberi layanan pesan antar, bahan kimia dan alat kesehata, Tekstil & produk tekstil berpeluang melakukan diversifikasi APD & masker.

Pemerintah Provinsi NTB akan membentuk Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Lombok Sumbawa – Dibawah Koordinasi Dispar NTB yang terdiri dari :

  1. Dispar Kab/Kota
  2. GIPI NTB ( Mewakili Industri Pariwisata )
  3. BPPD NTB
  4. Maskapai / AP
  5. ITDC
  6. OJK/BI/Perbankan
  7. Dikes / RSUP NTB
  8. Polda NTB
  9. Logistik & Budget
    Dengan menerapkan konsep berbasis CHS (Cleanliness, Health, Safety).

Cleanliness meliputi : Disiplin & Komitmen Stakeholders ( Pemerintah/Industri/Komunitas/Pengunjung), Fasilitas Kebersihan yang memadai & Dis-infektanisasi, WC Bersih & Sehat, Tenaga Pembersih Rutin ”24/7”, Zero Waste.

Health meliputi : Ketersediaan Klinik ( fasilitas Kesehatan ) & TIC, Valid Health Certificate, Thermal Scanner & Monitoring Suhu Tubuh Pengunjung, Fasilitas Cuci Tangan, Masker Gratis, Hand Sanitizer Gratis, Dis-infektanisasi Rutin.

Safety meliputi : Physical Distancing, Society Control, Lampu Jalan & Penunjuk Jalan, Penegakan Hukum.

Adapun aspek-aspek yang harus melakukan SOP New Normal berbasis CHS antara lain :

  1. BANDARA & PELABUHAN LAUT meliputi : Ketersediaan Klinik ( fasilitas Kesehatan + Paramedik ) & TIC, Pembatasan Jumlah Penumpang dan ketersediaan ruang duduk / tunggu yang lapang ( Physiscal Distancing), Monitoring Suhu Tubuh Pengunjung, Fasilitas Cuci Tangan, Masker Gratis, Hand Sanitizer Gratis, Dis-infektanisasi Rutin.
  2. DESTINASI WISATA PRIORITAS meliputi : Ketersediaan Klinik ( fasilitas Kesehatan + Paramedik ) & TIC/Pokdarwis, Monitoring Suhu Tubuh Pengunjung, Fasilitas WC & Cuci Tangan, Masker Gratis, Hand Sanitizer Gratis, Dis-infektanisasi Rutin.
  3. SARANA TRANSPORTASI LAUT, DARAT & UDARA meliputi : Ketersediaan ( fasilitas Kesehatan ), Pembatasan Jumlah Penumpang / Physical Distancing, Monitoring Suhu Tubuh Pengunjung, Fasilitas Cuci Tangan atau Tisu Dis-infektan, Masker Gratis, Hand Sanitizer Gratis, Dis-infektanisasi Rutin.
  4. SARANA AKOMODASI & RUMAH MAKAN meliputi :Ketersediaan Klinik ( fasilitas Kesehatan ) & TIC, Pembatasan Jumlah Tamu / Physical distancing, Monitoring Suhu Tubuh Pengunjung, Fasilitas Cuci Tangan, Masker Gratis, Hand Sanitizer Gratis,Dis-infektanisasi Rutin.
  5. Pekerja Pariwisata meliputi : Valid Health Certificate, Mengenakan Masker / APD Standard Mengenakan Sarung Tangan Plastik, Physical Distancing, Pelatihan tentang SOP post-Covid19.
  6. Polisi Pariwisata meliputi : Mengenakan Masker / APD Standard, Mengenakan Sarung Tangan Plastik, Physical Distancing.

New Healthy Protocol

    • Sanitasi dan higienitas akan menjadi hal yang sangat penting
    • Screening karyawan yang akan bekerja, terutama yang datang dari area Red Zone,
    • Screening wisatawan menggunakan teknologi saat check in,
    • Pembayaran tanpa kontak,
    • Lebih sering membersihkan area publik, termasuk toilet,
    • Letakkan label ‘Sanitized, highly clean, Covid-friendly’ pada perlengkapan dan fasilitas wisatawan,
    • Dan protokol lain sesuai dengan layanan mesing-masing yanng dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.
      Apa yang dilakukan hotel untuk membuat wisatawan merasa aman ?
  1. Higiene & Sanitasi
    • Menjaga Kebersihan Publik Area
    • Menjaga kebersihan kamar
    • Menjaga kebersihan fasilitas
  2. Teknologi
    • Screening Wisatawan
    • Membuka kunci kamar dengan apps
  3. Jaga Jarak
    • Mengatur penggunaan lift/gunakan tangga
    • Atur jarak lounge chair, ruang fitnes .dll
  4. Gaya Hidup Sehat
    • Fasilitas Kesehatan,
    • Kegiatan Olahraga,
    • Menu Makan Sehat

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).