59 hari menuju perhelatan MXGP Samota, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin mematangkan persiapan dan mengadakan rapat membahas proges yang telah dilakukan pada Senin (25/4) bertempat di Aula Kantor Bupati Sumbawa.

Dihadiri oleh Dinas PUPR NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas Kesehatan NTB, Dinas Perkim NTB, dan OPD-OPD terkait lainnya.

Dewi Noviany, S.Pd.,M.Pd, selaku wakil Bupati Sumbawa membuka rapat tersebut dan menyampaikan tujuan diadakannya rapat ini ialah untuk membahas tindak lanjut persiapan penyelenggaraan MXGP.

Sependapat dengan Wabup Sumbawa, Ridwansyah selaku Kadis PUPR NTB sekaligus ketua umum panitia dalam penyelenggaraan MXGP menambahkan bahwa rapat ini bertujun untuk pembagian jobdesc kepada dinas-dinas terkait dan memastikan persiapan-persiapan yang telah dan akan dilakukan nantinya.

Pada rapat tersebut, Ridwansyah juga mengumumkan nama resmi event ini ialah “MXGP of Indonesia samota sumbawa 2022” dan rencananya ofisial nama sirkuit juga akan diumumkan secepatnya.

“Nama event ini akan dilaunching pada 12 Mei besok di Jakarta Convention Center dengan beberapa kegiatan acara promosi di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB juga melaporkan ketersediaan akomodasi untuk perhelatan MXGP besok.

Khusus di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 4989 kamar hotel telah siap, dimana 324 kamar hotel sudah full di booking selama perhelatan MXGP. Tidak hanya itu untuk menghindari kekurangan kamar, lokasi-lokasi camping ground juga telah disiapkan seperti di Pantai Ai Lemak dan Pantai Ai Loang.

“Untuk mengantisipasi kekurangan kamar, ada sekitar 800 rumah warga di Sumbawa, dan 400 rumah warga di Pulau Moyo telah siap dijadikan penginapan,” jelasnya.

H. Yusron Hadi juga menambahkan bahwa pentas seni dan hiburan juga akan disiapkan dan tersebar di seluruh Pulau Sumbawa, sehingga seluruh wilayah dapat merasakan vibes dari perhelatan internasional ini.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).