Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali mengadakan kegiatan AKSILARASI (aksi, selaras dan sinergi) yaitu program pendampingan penciptaan produk kreatif di destinasi pariwisata khususnya pada subsektor musik, seni pertunjukan, seni rupa, penerbitan, film, animasi, fotografi dan periklanan pada Rabu (29/9). Dihadiri tidak kurang dari 40 peserta, acara Aksilarasi ini yang dihelat secara daring melalui platform Zoom meeting ini menghadirkan Kadispar NTB, H. Yusron Hadi, sebagai narasumber dengan dihadiri juga oleh Kadispar Kota/Kabupaten di NTB.

Dibuka langsung oleh Amin Abdullah selaku Direktur Industri Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf, mengatakan kegiatan Aksilarasi adalah pembembangan melalui sinergi pendampingan di bidang musik, film, seni rupa dan fotografi dengan sociocreativpreneur diantaranya para pelaku usaha, dan perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif dengan alat ukur bukan hanya pada hasil keuntungan yang didapat tapi juga dampak pada kesejahteraan masyarakat yang terkait.

Dalam pemaparannya, Kadispar NTB menjelaskan mengenai arah kebijakan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif NTB yang selain menitikberatkan pada pertanian, pariwisata juga salah satu sektor yang menjadi unggulan bagi NTB yang sejahtera dan mandiri. Dengan dipilihnya Mandalika menjadi lokasi perhelatan besar berskala internasional seperti WSBK2021 dan MotoGP 2022 nantinya menuntut banyak sektor-sektor pendukung, kendati kondisi pandemi ini belum menentu.

“Tentunya ini akan menjadi warna baru bagi pengembangan sektor pariwisata Mandalika sebagai Mercusuar NTB. Saat WSBK berlangsung 19-21 November mendatang, event musik dan kesenian lainnya dapat dimanfaatkan sebagai aktifitas pengembangan ekonomi kreatif. Pergeseran episentrum dari barat ke tengah menjadi kekuatan di NTB, kekuatan desa wisata KEK, serta wisata religi keberlanjutan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadispar Lobar, H. Saepul Ahkam juga menyampaikan bahwa 1 tahun terakhir Dinas Pariwisata Lombok Barat telah menyelenggarakan 21 event guna mengembalikan geliat pariwisata di kabupaten yang beribukotakan Gerung ini.

Begitu pula, Kadispar Loteng, Lendek Jayadi yang mengungkapkan bahwa Dispar Loteng memprioritaskan pengembangan SDM kebudaayan dan promosi sebagai penyangga budaya di Mandalika dengan melestarikan seni budaya pertunjukan jalanan seperti Cilokaq.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).