Mengemas diskusi bertajuk DIMSUM (Diskusi Menarik Tiap Jumat), PLN Unit Induk Wilayah NTB mengundang Kadispar NTB, H. yusron Hadi, sebagai narasumber DIMSUM yang dilakukan secara daring pada Jumat (17/9) sore.

Mengambil tema Kolaborasi, Bangkitkan Industri Pariwisata NTB, DIMSUM ke-34 menindaklanjuti perkembangan industri pariwisata di NTB yang kian bergeliat terutama dalam menyongsong gelaran World Super Bike. Hal ini dimaksudkan menjadi diskusi yang bermuara pada peran serta PLN dalam sektor pariwisata.

Dalam opening speech oleh General Manager PLN UIW NTB, Lasiran mengungkapkan intensi dari diadakannya acara DIMSUM ini. “Kami di PLN NTB punya kewajiban untuk mensukseskan program-program yang dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyadari adanya domino efek dengan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan di NTB karena wabah dengan pendapatan PLN, sehingga menjadi penting untuk mengetahui peluang kegiatan apa yang harus dipersiapkan oleh PLN NTB terkait kepariwisataan ke depannya.

Kadispar NTB menyambut baik intensi dari PLN NTB dan mengungkapkan akan pentingnya peran yang diemban oleh PLN dalam kepariwisataan.

“Kami sangat senang sekali diundang dalam rangka memanfaatkan potensi kepariwisataan kita dalam kondisi pandemi ini, bagaimana kemudian kita merespon keadaan bersama PLN. Tentu saja PLN dalam hal ini bagian yang amat penting dan sangat strategis dalam rangka pembangunan kepariwisataan di NTB,” paparnya.

Kadispar mengimbuhkan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam rangka pengembangan potensi kepariwisataan yang demikian besar, harus ada sinergitas yang PLN masuk di dalamnya. Karena itu, menjawab pertanyaan terkait peran PLN di kepariwisataan saat ini, Kadispar menjawab dengan adanya berbagai situasi perkembangan pembangunan baik sarana prasana yang ada, dan pengembangan destinasi baik di Mandalika maupun luar Mandalika, serta berkembangnya desa-desa wisata, sektor kepariwisataan membutuhkan pasokan energi listrik yang dalam hal menjadi peran dari PLN.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).