Rebo Bontong atau Mandi Safar adalah ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat Suku Sasak. Salah satunya warga di Desa Gili Indah, Kabupaten Lombok Utara.
Festival Mandi Safar 2021 ini resmi dibuka dan dirayakan dengan ritual mandi bersama di pantai.

Setiap tahun masyarakat Gili Indah memilih tuan rumah, tempat penyelenggaraan di antara ketiga gili yang ada, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Untuk tahun ini, Gili Meno terpilih menjadi rumah penyelenggaraan yang sudah terlaksana sejak 2007 ini.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi membuka langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas undangan yang telah diberikan untuk ikut memeriahkan kegiatan adat ini.

Lebih lanjut, H. Yusron Hadi menyampaikan bahwa melalui event ini akan mengawali kegiatan-kegiatan positif lainnya dan menyambut para wisatawan yang nantinya akan datang.

“Yang terpenting adalah 70 persen dari para pelaku ekonomi dan masyarakat harus sudah divaksin dan sudah memenuhi standar kesehatan dan juga kebersihannya,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan Mandi Safar ini akan menjadi salah satu rangkaian kegiatan HK Endurance Challenge yang akan dilaksanakan pada 17 Oktober mendatang.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).