Menindaklanjuti Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan di Provinsi NTB yang perlu peninjauan ulang, pada selasa (31/8), Kadispar NTB, H. Yusron Hadi, memenuhi undangan dalam Konsultasi Publik Review Rencana Zonasi TWP Gili Matra.

Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini diinisasi oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang yang diwakili oleh Imam Fauzi. Dalam pembukaannya, Imam menyampaikan bahwa, “Gili Matra adalah aset yang harus kita jaga.”

Sebelum bermuara pada diskusi, sebagai pemapar pertama Direktur KKHL (Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut) Dedy Saputra menyampaikan Peran Kawasan Konservasi dalam Mendukung Kegiatan Pariwisata dan Perikanan Berkelanjutan. Dedy mengungkapkan bahwa setidaknya 10% kawasan perairan harus menjadi tempat konservasi. Konservasi ini nantinya diharapkan dapat dikelola dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Meskipun Gili Matra menarik untuk dijadikan wisata, namun kawasan konservasi harus dilindungi dan dilestarikan,” ungkapnya.

Pemaparan berlanjut dengan materi yang disampaikan oleh Koordinator Wilayah Kerja TWP Gili Matra yang mempresentasikan Rancangan Review Rencana Zonasi TWP Gili Matra. Sesuai dengan agenda yang diusung yaitu konsultasi publik, di akhir acara ditutup dengan diskusi dan rekomendasi konsultasi publik.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).