Halo #Sobatwisata! Demi menyelami denyut kehidupan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif di NTB, pada Jumat (6/8) Kadispar NTB berkesempatan untuk mendatangi salah satu pegiat seni rupa. Berada di tengah kota Mataram, tepatnya di daerah Cilinaya, keasrian Mantra Ardhana Art Gallery menyambut kedatangan Kadispar NTB, H. Yusron Hadi beserta jajaran.

Adalah I Nyoman Putra Ardhana, sang empunya rumah menyambut kedatangan tim dengan ramah. Ruang tamu hingga ruang tengah rumah ini dipenuhi hasil tangan dengan berbagai ukuran dan rupa dari Bli Mantra, sapaan akrabnya. Memasuki salah satu ruang kerjanya, satu lukisan berukuran besar dengan warna merah yang mendominasi menyambut tim.

Beberapa lukisan-lukisan berukuran lebih kecil dalam pigura kaca tergantung rapi di dinding. Dekorasi sampan kayu terbalik di langit-langit yang membingkai lampu memberi kesan rustik yang unik. Eksentrik adalah kesan pertama yang didapatkan ketika memasuki ruang gallery ini.

Mewarisi darah seni dari sang ayah, Bli Mantra yang juga seorang musisi ini mengaku bahwa ia tidak ingin terjebak di satu aliran saja. “Jalan aja, berkarya aja,” ujarnya.
Bagi alumnus ISI Yogyakarta ini, dalam konteks tertentu, seni itu bisa sangat membantu.

Bli Mantra bercerita tentang satu eksibisi yang digelar di Singapura yang diperuntukkan bagi penderita kanker.

“(Seni) Tidak selalu berhubungan dengan duit dan bisnis tapi juga network. Seperti saya ke Singapura kemarin untuk membantu teman-teman disabilitas penderita kanker. Jadi mereka perlu karya untuk membantu (pengobatan),” kenangnya.

Kunjungan yang dimaksudkan untuk “mendengarkan” suara-suara pelaku ekraf oleh Kadispar NTB ini, memberikan ruang untuk Bli Mantra mengutarakan keresahan-keresahannya akan keberlangsungan seni rupa di NTB.

Salah satunya adalah adanya kesenjangan pemikiran dalam seni murni dan industri. Berbeda dengan seni industri, pemikiran seni murni adalah pelukis berkarier untuk dirinya lebih dulu.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).