Menelusuri Mantar, layaknya berkelana di negeri dongeng. Memikmati pagi di puncak bukitnya, membawa kita pada gumpalan awan putih bak kapas yang menawan. Persis seperti julukannya, Negeri di Atas Awan.

Hamparan petak-petak persawahan dengan latar birunya Selat Alas dan Rinjani yang gagah di kejauhan, membuat desa wisata di ketinggian 630-650mdpl ini menjadi tempat wajib untuk dikunjungi.

Dari atas ketinggian, 8 pulau-pulau kecil atau yang lebih dikenal dengan nama Gili Balu terlihat menawan. Dengan landasan yang luas dan panorama alam memukau, tidak heran jika bukit Mantar didapuk menjadi salah satu lokasi event paralayang internasional.

Mantar tidak hanya tentang wisata alamnya saja. Desa yang berada di kecamatan Poto Tano ini juga menawarkan keeksotisan dari kearifan lokal masyarakat setempat yang sayang untuk dilewatkan.

Hai, dapat salam dari Mantar! Jangan lupa berkunjung ke Festival Mantar yang digelar setiap tahunnya!

__________________

Calling out adrenaline junkies out there! Don’t missed the chance to experience paragliding with Mantar’s picturesque view on the background. Exploring Mantar is like travelling the fairyland. It’s not just a figment that Mantar has been crowned as “land above the clouds”. If you are early bird, experiencing morning view with a sea of clouds before you would be a memorable journey.

Located in 630-650 masl, you can see paddy fields against Alas strait and enchanted Mount Rinjani. What a perfect combo!
If you are interested to travel in high season, try to pack your stuff to enjoy Mantar Festival that held annually. Write Mantar down on your bucket list to add cherry on top of your journey in Sumbawa.
Greetings from Mantar!


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).