Indonesia akan jadi salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan MotoGP 2021. Sirkuit Mandalika yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan di kawasan wisata KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat bakal jadi tuan rumah di seri ke-15 setelah Malaysia dan Thailand.

Seiring dengan hal tersebut pembangunan-pembangunan terus di kebut oleh pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten serta dukungan dari Kementerian/Lembaga negara, kini provinsi Nusa Tenggara Barat akan bekerja sama dengan Provinsi Bali guna menyiapkan Sumber Daya Manusia yang siap untuk mensukseskan pelaksanaan event berkelas dunia tersebut, hal ini tentunya akan memberikan dampak baik terhadap kedua Provinsi ini atas berkontribusi yang maksimal untuk meningkatkan angka kunjungan Nasional.

Tema besar Road to Motogp 2021 yang akan diformulasikan dalam perjanjian kerjasama antara Bali dan NTB ini meliputi peningkatan SDM ekraf, Pemandu wisata dan seluruh element pariwisata, Adapun unsur-unsur yang terlibat di dalamnya meliputi bidang Kerjasama, Perindustrian, Perdagangan,Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Kominfo dan Perhubungan.

Kerjasama antar dua provisni ini berfokus pada pengembangan dan penigkatan kualitas SDM yang bergerak pada penyedia produk-produk UMKM dan Ekonomi Kreatif, yang nantinya akan menghasilkan produk-produk unggulan dan siap di pasarkan di kancah Nasional dan Mancanegara terlebih lagi pada ajang MotoGP 2021 mendatang.

Rencananya Pemerintah NTB dan Bali akan membentuk forum bisnis antara ukm bali dan ntb, banyak produk yg dihasilkan NTB akan di finishing di Bali, apa yg dibutuhkan di bali akan disupport di NTB dan sebaliknya terutama pada masalah pendampingan.

Yang menjadi titik tekan antar gubernur, yg menjadi perhatian terkait produk lokal seperti sepeda listrik UMKM .dll, bagaimana bisa meningkatkan kualitas product (transfer knowledge), meningkatkan nilai tambah, pengemasan dan membangun jaring pemasaran. bali ingin bisa mendukung ntb dan menjadi kolaboratif dalam pengembangan paket wisata yang didukung stakeholder lainnya.

Seluruh element tersebut tentunya akan di dukung dengan kelancaran konektifitas laut terutama pada standar layanan minimal khusus angkutan pariwisata, pengembangan industri lokal terkait perkapalan penyediaan kapal angkut direncanakan kedepannya untuk kapal cepat.

BACA JUGA :

Kategori: Berita Media

admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).