Hutama Karya Endurance Challenge atau biasa disingkat HKEC: Lombok Series akan dihelat kurang dari 3 minggu lagi. Persiapan demi persiapan dilakukan untuk acara yang diagendakan berlangsung di tanggal 17 Oktober 2021 ini. Salah satunya adalah mematangkan persiapan dari sisi kepariwisataan. Berangkat dari hal inilah, temu koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan HKEC: Lombok Series 2021 digagas oleh Dinas Pariwisata NTB pada Rabu (29/9) bertempat di Ruang Rapat Dinas Provinsi NTB.

Berlangsung secara interaktif dengan membedah rundown acara HKEC, Kadispar NTB, H. Yusron Hadi memimpin rapat yang mengundang Dispar Daerah yang terkait, Kepala Bidang Dispar NTB, ITDC, BPPD, Geopark Rinjani, dan Hutama Karya sebagai penggagas HKEC.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi kerja baru kita semua. Ketika event itu berada di KLU, KLU bisa berkontribusi. Begitu pula ketika event ada di Lombok Barat, Mataram, Lombok Tengah, semuanya bisa berkontribusi. Tidak hanya satu pihak. Harapannya semua bisa berjibaku mensukseskan acara ini,” ungkap Kadispar NTB dalam sambutannya.

Rudi Rohmansyah yang mewakili Hutama Karya, dalam laporannya mengatakan bahwa jadwal HKEC masih on schedule, artinya tidak ada perubahan dalam jadwal yang telah disepakati di awal, yakni 17 Oktober dengan menyasar 120 peserta yang mayoritasnya adalah warga negara asing.

Uniknya, Rudi menambahkan bahwa pihak penyelanggara HKEC sedang menyiapkan pengajuan 2 rekor MURI terkait lomba triathlon ini yakni rekor untuk Gendang Beleq di atas perahu dan rekor untuk lomba ketahanan yang berbeda dengan tidak kembali ke titik start.

Dari pertemuan ini, Dinas Pariwisata provinsi dan daerah bertanggung jawab atas penyediaan kesenian tari dan musik termasuk di dalamnya Gendang Beleq sebagai bagian dari seremonial, pengalungan selendang di bandara, penyediaan tour wisata, serta memeriahkan acara dengan masyarakat yang memakai pakaian adat di beberapa titik lokasi.

Sebagai informasi, dilansir dari laman hkendurance.com, HK Endurance Challenge: Lombok Series digagas sebagai eksibisi lomba olahraga ketahanan di Lombok sebagai bentuk dukungan dari BUMN yang bergerak dibidang jasa konstruksi, pengembang dan penyedia jasa jalan tol ini terhadap program 5 Destinasi Super Prioritas di Indonesia. Secara singkat, HKEC adalah sport tourism yang memadukan olahraga ketahanan fisik, pariwisata, lingkungan, dan pendidikan.

HKEC: Lombok Series dihelat dengan konsep triathlon dengan jarak tempuh 123 km dengan rincian berenang sejauh 2 km dari Gili Air ke Pantai Sire, bersepeda lintas kabupaten sejauh 100 km dari Pantai Sire ke Kuta Mandalika, dan menutup rangkaian dengan berlari sejauh 21 km dari Kuta menuju finish yang berada di sirkuit MotoGP.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).