Di hari ke dua Jambore Desa Wisata 2021, peserta diajak untuk melihat praktek pemilihan dan daur ulang sampah yang ada di Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur.

Fadli selaku pengelola Desa Wisata Tetebatu menjelaskan secara ringkas beberapa kegiatan daur sampah yang ada di Desa Wisata Tetebatu. Salah satunya ialah membuat gerakan menabung sampah yang bekerjasama dengan salah satu Sekolah Dasar yang ada di wilayah Orong Gerisak. Dimana sampah plastik yang sudah dikumpulkan oleh para siswa akan dijadikan uang dan kemudian dimasukkan ke dalam buku tabungan siswa.

“Hasil dari sampah plastik yang sudah terkumpul kemudian akan diproses menjadi sofa oleh ibu-ibu rumah tangga sekitar,” jelasnya.

Sembari mendengarkan penjelasan dari Fadli, perwakilan dari pihak Bank Sampah Mitra Wisata mempraktikan secara langsung proses pembuatan sofa kepada seluruh peserta. Fadli menambahkan untuk setiap sampah plastik yang sudah dikumpulkan akan di gunting secara kecil lalu dimasukkan ke dalam botol hingga bobot 1.5 kg per botolnya.

“Setelah itu botol di bungkus dengan busa dan kulit sintetis lalu dijahit rapi sampai menghasilkan sebuah sofa yang empuk,” tambahnya.

Setelah melihat langsung proses pembuatan sofa, para peserta melanjutkan kunjungannya ke tempat pembuatan cangkir dengan bahan dasar bambu yang lokasinya masih di sekitar Desa Wisata Tetebatu.

UMKM dengan nama “Ime Genem” ini tidak hanya menjual cangkir, tetapi juga ceret, tatakan gelas, hingga nampan yang juga berbahan dasar bambu.

Peserta dijelaskan secara singkat proses pembuatannya, mulai dari memilah bambu yang tepat lalu dibentuk dan dipotong sesuai ukuran. Selanjutnya bambu di amplas mesin dan juga manual untuk membersihkan serat-serat yang ada di dalamnya hingga halus.

“Untuk penjualan secara nasional kami biasanya bekerjasama dengan para pengerajin di Desa Wisata Loyok. Tetapi kami juga sudah menjualnya secara online ke mancanegara dan sudah dilirik di beberapa negara Eropa, seperti Belanda, Jerman, dan Prancis,” jelasnya.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).