Dalam upaya menyiapkan Destinasi Pariwisata yang siap menjadi taun rumah pelaksanaan MotoGP 2021 di tahun mendatang, pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara bersama Badan Promosi Pariwisata Lombok Utara serta di dukung Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkoordinasi dengan stakeholder terkait menggelar Simulasi SOP CHSE di pantai pandanan, pelabuhan bangsal dan 3 Gili Matra (Meno,Air,Trawangan).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat H.Lalu Moh Faozal dalam kesempatannya membuka acara menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa dimasa pandemi ini kita harus mampu beradaptasi secara maksimal agar dapat kembali meningkatkan aktivitas pariwisata kita yang sempat menurun, salah satu program yang tepat adalah dengan cara menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean,Healt,Safety,Environtment) di setiap destinasi yang ada. Ujar Faozal

Untuk itu kita bersama sama di sini berkumpul untuk membahas SOP yang akan di terapkan oleh semua unsur penggerak pariwisata di NTB dan wisatawan yang berkunjung ke NTB. mengapa Simulasi SOP CHSE ini kita awali di Lombok Utara khususnya 3 Gili, karena area ini menjadi destinasi pertama yang di buka semenjak kita mendeklarasikan NTB membuka pariwisata. dan pantai pandanan ini menjadi salah satu destinasi yang menerapkan SOP CHSE Sambungnya

Adapun tujuan dilakukannya penerapan SOP CHSE adalah agar masyarakat secara luas tau warna baru pariwisata di masa pandemi ini dengan standar CHSE dan wisatawan domestik maupun mancanegara yang hendak berkunjung ke lombok menjadi yakin bahwa kita semua siap melayani dengan baik sesuai protokol kesehatan yang ada. Tutupnya

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan hari ini diawali dengan Tactical Floor Game (TFG) untuk menjelaskan simulasi SOP yang akan diterapkan pada tanggal 15 Desember 2020 di pelabuhan bangsal dan 3 Gili Serta akan menjadi SOP CHSE yang baku untuk seterusnya.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).